Kreasi Masakan Eby Fry - Stick With Sour and Sweet Mango Sauce

Juni 17, 2014
Dalam rangka mencoba berkreasi dan belajar memasak ala-ala chef (amatiran) dengan Seafood, sekaligus Bismillahirrahmaanirrahiim, memanfaatkan musim mangga jadilah jadilah saya pilih kombinasi dengan buah mangga yang saya beri nama “Duet Eby Fry – Stick with Sour and Sweet Mango SauceCara membuatnya simple, cepat dan hasilnya dijamin gak nolak untuk ngabisin apalagi saat kelaparan. 

Bahan yang dibutuhkan:
1. 180 gram Fiesta Stick
2. 160 gram Fiesta Eby Fry
3. 2 Cabe merah [buang bijinya] dan diiris tipis-tipis
4. 2 siung bawang putih
5. 3 cm jahe, dikupas
6. 100 gram buah mangga mengkal [setengah masak], dipotong dadu
7. 100 ml sauce tomat
8. 1 sdm minyak wijen
9. 1 sdm saus tiram
10. 1 sdt tepung maizena [dilarutkan dengan 1 sdm air]
11. 1 sdm cuka
12. Gula dan Garam secukupnya
13. Minyak Goreng secukupnya [untuk menggoreng Eby fry dan stick]
Stick With Sour and Sweet Mango Sauce


Cara Membuat Sour and Sweet Mango Sauce:
  1. Ulek halus: cabe, bawang putih  dan jahe, kemudian sangrai dengan minyak wijen
  2. Campurkan saus tomat, saus tiram, cuka, gula, dan garam, kemudian biarkan mendidih dengan api kecil.
  3. Masukkan tepung kanji yang sudah dikasih air ke dalam adonan saus hingga kental [sesuai selera].
  4. Angkat sauce, diamkan sekitar lima menit.
  5. Masukkan mangga yang sudah dipotong-potong berbentuk dadu
Cara Menggoreng Fiesta Eby Fry Dan Stick:
  1. Panaskan minyak goreng secukupnya [sampai Fiesta Seafood terendam saat digoreng] di wajan dengan yang panas sedang.
  2. Tunggu suhu minyak mencapai sekira 70 derajat Celcius untuk mencegah over cooking [gosong/terlalu coklat] saat penggorengan.
  3. Masukkan Fiesta Food satu persatu dengan jeda waktu antara 1 s/d 2 menit agar suhu minyak tidak turun drastis yang bisa mengakibatkan under cooking pada Eby Fry dan stick
  4. Angkat dan tiriskan 
  5. Sajikan Fiesta seafod Eby Fry dan Stick dengan Sour and Sweet Manggo Sauce.
Hasilnya, not too bad lah untuk ukuran chef amatiran semacam saya ini, Alhamdulillah!

Permintaan Maaf dan Memaafkan

Juni 06, 2014
Bismillahirrahmanirahiim,
Meminta maaf dan memaafkan sebenarnya memang hal yang mudah, dan menjadi hal yang kusut masai manakala tercampuri oleh friksi emosi, gengsi dan unsur subyektifitas lainnya yang tidak rasional lagi. Mengajari anak-anak untuk bisa dengan sigap meminta maaf jika melakukan kesalahan dan ketidaksengajaan pun tidak serta merta bisa ditanggapi. Emosi dan MERASA apa yang dilakukannya tidak salah, seringnya hal ini yang menjadi keengganan anak-anak untuk legowo meminta maaf. Demikian pula halnya dengan sikap memberi maaf, anak-anak pun tak bisa dengan cepat menerima permintaan maaf karena efek masih terbawa emosi atas apa yang menimpanya [berkaitan dengan dirinya yang menerima sikap/perkataan tidak menyenangkan].

Lantas bagaimana cara mengajari agar anak-anak bisa dengan responif meminta maaf dan memaafkan?

Tentunya untuk mengajari agar anak-anak bisa membiasakan diri untuk bersegera meminta maaf maupun bersikap legowo memberi maaf tidak bisa serta merta diberikan dengan cara metodologi pembelajaran di bangku sekolah maupun dengan materi buku bacaan.
kisah; parenting; family
Aida & Azka @Blora
" Kok sandalku kamu basahi sih Az..." teriak Aida setengah histeris saat hendak memakai sandalnya tapi terdapat percikan air yang nyiprat saat Azka cuci tangan.
" Aku kan gak sengaja Mbak Aida..." bela Azka dengan style suaranya yang bernada tinggi.
" Huuhg..kamu itu...sudah salah, gak minta maaf lagi !"
" Wong aku gak sengaja kok..."
Acara makan bareng di Sego Wiwit pun berakhir dengan perang kata-kata sepertinya akan berlanjut sampai di rumah.

" Ayo Azka minta maaf dong..." bujukku sambil menggandeng pundaknya.
" Iya maaf.." ucap Azka singkat dan cepat.
Aida tak segera menjawab, tapi masih nggrundhel karena menganggap Azka sengaja membuat sandalnya basah dengan percikan air cucian tangan.

" Hahh...Mbak Aida saja gak mau maafin kok, ya sudah..."
" Lha kamu minta maafnya juga gak tulus kok..."

" Gak mau maafin ya sudah, wong aku gak sengaja dan sudah mau minta maaf yeee..."
" Azka, bukannya Mbak Aida gak mau maafin. Tapi memberikan maaf itu juga butuh proses..perlu waktu. "
Azka masih mbesengut dan emosi, " Kamu kalau menghapus tulisan yang salah, apakah langsung bisa bersih tanpa bekas?"

" Gak tau..." jawaban khas Azka jika gak mau menanggapi saat diajak bicara.
" Kira-kira seperti saat kamu menghapus tulisan yang tidak serta merta terhapus, Maka Mbak Aida pun butuh waktu untuk tenang hatinya untuk bisa memaafkan. Dan kamu, juga harus benar-benar menunjukkan rasa permintaan maaf yang tulus...jangan pakai nada tinggi atau suara yang terkesan marah-marah dong ya?"

This moment give me a lesson, bahwa anak-anak pun sudah punya ego dan emosi. Meminta maaf dan memberi maaf pun tetap perlu cooling down emosi walaupun mereka masih anak-anak.

I don't know completely, If they can understand with my words? But, after few minutes I see them laugh together like everything just fine as always:) Tak ada dendam....tak ada ngambeg berkepanjangan...Amazingnya jiwa anak-anak yang purity





IBX585E3C9C3B47F