Membela Diri or Membenarkan Diri

Membela Diri or Membenarkan Diri

July 04, 2014
Suatu saat, dialog ini terjadi ketika ada seorang teman yang mengatakan: Kucing mana yang tahan jika melihat ikan/pindang di atas meja makan tanpa penutup? 

Dan kalimat tersebut diucapkan terkait dengan suatu hal yang tak seharus dilakukan karena “merasa” ada kesempatan. Seringkali kita dengar kalimat ini “ Aku kan hanya membela diri” walaupun konteksnya mencari alasan untuk meringankan level kesalahan ataupun mengurangi rasa bersalah serta untuk mendapatkan pemakluman.

Tindakan manusia sama sekali tidak bisa dicarikan pembenarannya dengan menganalogkan apa yg dilakukan hewan.

Kucing yang makan pindang karena kelalaian manusia saat menyimpannya VS Seseorang yang mengambil kesempatan berbuat salah/tidak benar adalah dua konteks yang  tidak bisa di analogkan dan juga tidak bisa disebandingkan.

KARENA kucing/not human being other dan manusia variabelnya berbeda total. Sesuatu hal bisa dibandingkan dan dianalogkan kalau variabelnya mirip/ sama. Jelas manusia punya AKAL, LOGIKA, HATI. Bagaimana bisa dibandingkan dengan kucing/hewan?

Ya kalau mau dibandingkan seperti itu maka derajat kucing/hewan justru lebih tinggi dari manusia kan ya? Wong kucing yang tidak punya Akal, nalar, logika, tindakannya sama dengan manusia yang jelas dilengkapi dgn akal pikiran, logika, hati nurani.