Kecerdasan Pak Habibie Universal

September 14, 2019

Tanggal 21 Mei 1998, masih sangat jelas terpatri di ingatan saya saat itu di halaman teras rumah, ibu menyuapi saya makan siang dengan nasi, telur rebus dan segelas air kelapa. Menu favorit selepas pulang sekolah sambil melihat berita di TV. Saat itu Presiden RI ke-2 Pak Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya dan digantikan oleh Pak Habibie.

Kemudian ibu saya mengatakan ini :
"Maem sing akeh karo sekolah sing pinter suk lek wis gede ben pinter koyo Pak Habibie dadi insinyur gawe pesawat lan iso dadi presiden".
Bisa jadi sejak saat itu nama Pak Habibie bagi saya adalah seorang yang sangat cerdas.

Kalau bisa dideskripsikan dalam satu kalimat "Kecerdasan Pak Habibie adalah universal".

Bismillahirrahmaanirrahiim, Pak Habibie membuktikan bahwa seorang ahli ilmu eksakta pun bisa menjadi pemimpin sosial di masyarakat, menurut saya beliau adalah salah satu tokoh yang mampu menginspirasi semua kalangan untuk berpartisipasi dalam membangun negara dari kemampuan yang kita punya entah dari teknologi, sosial, politik, ekonomi, budaya dsb. selama itu bermanfaat maka lakukanlah.

Sumbangsih bidang teknologi di Indonesia tak perlu diragukan lagi jumlahnya, pesawat N250 & R80 adalah salah satu contohnya. Sumbangsihnya untuk dunia pun ada, salah satunya adalah "Crack Progression Theory" nya.
Penemu Teori Crack Progression Theory
Sumbangsih di bidang pemerintahan sewaktu menjabat presiden juga tidak kalah penting, walupun dalam periode yang singkat dan ditinggalkan kondisi carut marut pasca orde baru beliau mampu menelurkan hingga 113 undang-undang baru antara lain tentang otonomi daerah, penyelenggaraan pemilu multipartai, kebebasan menyalurkan aspirasi/berpolitik, pembatasan masa jabatan presiden & wapres, kebebasan pers, dan masih banyak lagi yang hasilnya tentu bisa dinikmati hingga detik ini saya bisa menulis narasi ini. 

Pun demikian dengan salah satu kebijakan tentang referendum timor timur, menurut pendapat saya bisa jadi mungkin di masa itu beliau sudah menghitung detail mana yang lebih banyak akan membawa kemaslahatan bagi kedua pihak dan yang saya baca hingga sampai detik ini adalah betapa kedua negara (Indonesia & Timor Leste) sangat berterima kasih dan mencintai sosok beliau.

Satu lagi yang membuat saya kagum adalah makna cinta menurut beliau seperti yang pernah diwawancarai oleh salah satu media Indonesia. "Cinta bagi saya itu cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta pada sesama manusianya, cinta pada karya sesama manusianya, cinta pada pekerjaannya".
Bagi saya Pak Habibie adalah contoh langka dan nyata seorang jenius yang punya kemampuan eksakta dan sosial yang hebat.
Kini Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia sudah terbang menuju tempat istirahat abadinya, kembali bertemu dengan belahan jiwanya yang sudah menunggu di sana.

Namun saya yakin ilmu dan prinsip hidupnya akan abadi dan menjadi pelajaran berharga agar suatu saat akan lahir Habibie Habibie baru di Indonesia.

Danke schön & auf wiedersehen Mr. Crack
Profesor berotak jerman berhati mekkah yang tidak pernah berhenti belajar hingga akhir hayatnya dan mengabdi untuk Indonesia.


Hormat saya untuk Bapak B.J. Habibie.

=========
Postingan ini merupakan postingan Aris Wijaya yang di publish di akun IGnya, sebagian bentuk ungkapan kekaguman, rasa respect dan  pandangan terhadap Bapak Habibie yang menjadi tokoh idolanya sejak masa kanak-kanak, 

Original post :

https://www.instagram.com/p/B2YnuK5AFWW/ ( 14 September 2019)

Share this

Related Posts

Latest